Minggu, 29 April 2012

Bahasa Bangsa karya



Selagi kecil berusia muda,
Tidur si anak di pangkuan bunda
Ibu bernyanyi, lagu dan dendang
Memuji si anak banyaknya sedang;

Berbuai sayang malam dan siang
Buaian tergantung di tanah moyang.
Terlahir di bangsa, berbahasa sendiri
Diapit keluarga kanan dan kiri
Besar budiman di tanah Melayu
Berduka suka, sertakan rayu;
Perasaan serikat menjadi padu
Dalam bahasanya, permai merdu.
Merayap menangis bersuka raya
Dalam bahagia bala dan baya;
Bernafas kita pemanjangan nyawa
Dalam bahasa sambungan jiwa
Di mana Sumatera, di situ bangsa
Di mana Perca, di sana bahasa.
Andalasku sayang, jana bejana
Sejakkan kecil muda teruna
Sampai mati berkalang tanah
Lupa ke bahasa, tiadakan pernah
Ingat pemuda,
Sumatera malang
Tiada bahasa, bangsa pun hilang.


 Muhammad Yamin





Puisi “Dalam Doaku-Sapardi Djoko Damono”



Dalam doaku subuh ini kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata,
yang meluas bening siap menerima cahaya pertama,
yang melengkung hening karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang hijau senantiasa,
yang tak henti-hentinya mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini,
kau menjelma seekor burung gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu bunga jambu,
yang tiba-tiba gelisah dan terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin
yang turun sangat perlahan dari nun di sana,
bersijingkat di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi
dan bibirnya di rambut, dahi dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit yang entah batasnya,
yang setia mengusut rahasia demi rahasia,
yang tak putus-putusnya bernyanyi bagi kehidupanku
Aku mencintaimu,
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan keselamatanmu
(oleh Sapardi Djoko Damono)

Sebatas mimpi

kala ku ingat
damainya cahaya
yang kau pancarkan
dari matamu

ada sebuah kesejukan
yang baru kumengerti
betapa ku merindukan
dirimu oh kasihku




bagaikan mentari
kau bangunkan aku
dari mimpi-mimpi
yang tak sebelumnya
terbayangkan

namun
namun ku tau
kau takkan mungkin
karna dirimu
hanya sebatas mimpi

Rabu, 25 April 2012

All has ended


Ketika
semua yang kuinginkan
tlah hampir ku genggam
kau rebut semua itu


Sudah
sudahlah
biarkan yang usai berlalu
All has ended

Ku tak bisa

Kau ingin aku membawamu
terbang mengeliingi dunia
bersama kita melayang
dalam khayalan

Kau ingin aku menyberangi
lautan yang jauh
agar aku dapat bertemu
dengan dirimu

Namun mengerti sedikit
ku  tak bisa
aku tak bisa

Sekali saja
kumohon ngertiin aku
aku bukanlah dewa
yang punya sgalanya

Kali ini saja
kabulkan pintaku
ku tak bisa, ku tak bisa
bila kau terus begini

Terimalah

Dimalam yg tak terduga
kau tawarkan sebuah hati
dengan kata-katamu
kau tawarkan cintamu

Meskipun aku tau
aku yang kesekian kali
namun terimalah cinta ini
sebuah cinta yang sejati

Bunga

Bunga
kau tau hatiku
namun slalu kau samakan aku
dengan yang lain
dengan mereka yang telah melukaimu

bunga
izinkan aku
untuk memiliki hatimu
slamanya

yakinlah kasih
akan janjiku ini
ku takkan menyakitimu
meski cinta ini bukan untukku